[REVIEW] Carrie (2013)

carrie 2013 IDFL.me MovieMagz

Ditulis oleh : Azwar Hamzah ( IDFL MovieMagz Crew)

Download IDFL Moviemagz, klik DISINI

 Sudah begitu banyak novel dari Stephen King yang diadaptasi dalam media film, dan banyak juga dari adaptasi tersebut yang menuai sukses besar baik dari komersil maupun kualitas. Beberapa diantaranya malah menjadi cult classic. Rangkaian adaptasi yang sukses tersebut diawali oleh film garapan Brian
De Palma. Carrie adalah film pertama yang merupakan adaptasi dari cerita yang ditulis Stephen King, dimana saat dirilis 37 tahun lalu film ini sukses besar baik dari pendapatannya yang berhasil meraih keuntungan diatas 30 kali lipat dari bujetnya, sampai kualitasnya yang dianggap sebagai salah satu horror terbaik sampai saat ini.

Well pada Tahun 2013 setelah menampilkan poster sang karakter utama,Carrie White, yang berlumuran darah, lengkap dengan tagline ‘You Will Know Her Name. Sekilas dari trailernya akan mengira-ngira apakah ini remakenya? Ya betul. Principal photography untuk remake film horor ini dimulai di Ontario, Kanada. Kisah yang diangkat dari novel karangan Stephen King yang sebelumnya telah dibuat filmnya di tahun 1976 ini kembali dalam versi modern.

Yang membuat remake ini masih menyimpan harapan adalah kehadiran Chloë Grace Moretz dan Julianne Moore. Moretz dinilai sangat cocok memerankan sosok Carrie setelah penampilan memukaunya dalam Kick Ass, film horror remake Let Me In,  dan terlebih lagi Ia juga baru saja tampil gothic dalam film terbaru karya Tim Burton Dark Shadows. Moretz telah membuktikan bahwa dirinya mampu untuk memberikan penampilan yang memorable dalam film-film lintas genre. Selain itu,  Carrie juga disutradarai oleh Kimberly Peirce yang sebelumnya menyutradarai  film Boy’s Don’t Cry (1999) dan Stop-Loss (2008), seorang sutradara wanita, setelah versi orisinilnya dahulu disutradarai oleh Brian De Palma pada tahun 1976 dan Naskahnya ditulis oleh Lawrence D. Cohen dan Roberto Aguirre Sacasa  yang masih berdasarkan kisah asli Carrie karya Stephen King.

Carrie (Chloe Moretz) adalah seorang gadis lemah lembut dan ia tinggal di  sebuah pemukiman sub urban dimana ia dan ibunya tinggal di daerah Chamberlain, Maine. Meskipun dirinya cukup manis, tapi gadis pendiam ini banyak dijauhi di sekolah dan sering diganggu oleh para murid-murid perempuan di sekolahnya. Penderitaan yang dialami Carrie tidak cukup sampai di sini saja. Di rumah sang ibu kandung, Margaret White (Julianne Moore) adalah sosok yang sangat konservatif dan relijius. Marget selalu berusaha melindungi Carrie dari  berbagai macam ancaman yang datang dari luar. Meski dengan cara yang tegas dan sering kali perlakuan ibu kandungnya yang sangat kasar terhadap buah hatinya. Selain itu Carrie sering sekali menerima bully dari temantemannya, Carrie pun semakin tertekan akibat perlakuan ibu kandungnya yang sangat tidak menyenangkan. Suatu hari Carrie mendapatkan dirinya memiliki kekuatan supernatural. Sebuah kekuatan dimana ia bisa menggerakkan benda -benda atau yang lebih dikenal dengan telekinesis. Gara-gara kekuatan inilah, ibu Carrie mengira anaknya telah memuja aliran sesat.

Teman Carrie yakni Chris Hargeson mengajak teman-teman yang lainnya untuk mengerjai Carrie. Carrie yang sudah terlanjur sangat kecewa, ia pun sudah  tidak bisa membendung amarah yang ada di dalam dirinya dan ia pun mulai melampiaskan kekesalannya itu kepada semua orang. Carrie memang tidak langsung menyuguhkan adegan-adegan seram ataupun berdarah. Kita baru akan dipertontonkan adegan macam itu pada saat filmnya memasuki 20an menit terakhir yakni saat kisahnya memasuki klimaks. Namun sebelum itu kita akan dibawa untuk menjelajahi detail kehidupan dari Carrie. Kita benar-benar akan dibuat bersimpati dengan segala nasib yang diterima oleh Carrie. Dari segi akting, Chloe Grace Moretz mampu membuat kita benar-benar bersimpati pada Carrie. Lihat juga bagaimana perubahan sikapnya dari seorang gadis pemurung yang  tiba-tiba berubah drastis menjadi seorang yang lebih ceria. Sebelum akhirnya ia menjadi seorang wanita pembawa bencana.

Film-film horor selalu punya ciri khas yang mencolok, yaitu pada bagian  scoring. Untuk membangun suasana menegangkan, musik yang dipakai bukan  sembarang musik tapi mayoritas selalu memakai musik yang cukup menusuk  telinga, dan bagi saya itu adalah sebuah kelebihan yang benar-benar bisa membangun ketegangan sebuah film horror. Tidak hanya musiknya yang keren, tapi penempatannya dalam sebuah adegan juga pas. Di setiap film horor yang pernah dibuat oleh Hollywood termasuk salah satunya Carrie, dimana sebuah scoring  musik masuk secara tiba-tiba dan tentunya banyak penoton yang kaget akibat scoring musik tersebut. Formula seperti itu diciptakan dengan sangat epic dari  seorang pria bernama Marco Beltrami. Seorang composer untuk film-film Box  Office Hollywood seperti World War Z, The Woman in Black, The Wolverine dan  berbagai judul film lainnya.

Film unggulan produksi Sony Screen Gems yang dibintangi Chloe Moretz dan Julianne Moore ini awalnya, film ini dikabarkan akan dirilis pada 15 Maret 2013 lalu. Namun, sang produser, Kevin Misher, mengundur film ini sampai 18 Oktober 2013 mendatang. Alasannya agar pas dengan momen acara Halloween dan tayang 8 November 2013 di Bioskop Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>